Kamis, 08 Agustus 2019

Real Story - Mukena

Lebaran idul fitri menjadi moment yang sangat dinanti oleh semua orang, termasuk para perantau. Itu adalah moment untuk mudik, bertemu orang Tua, kakek nenek, kakak adik, Dan saudara lainnya.

Begitu juga Rawi dan keluarganya. H-7 idul fitri, Rawi Sudah berada Di kampung halaman Di daerah Pati, Jawa Tengah. Saat itu usia Rawi Sudah menginjak 17 tahun.

Rumah nenek Rawi terbilang Masih sangat klasik. Bagian depan Ada teras dengan 2 bangku kayu. Lalu Ruang tamu dengan sofa set. Kemudian Ada 3 anak tangga menuju Ruang TV. Di samping kanan Dan kiri Ruang TV, Ada kamar. Yang sebelah kiri, hanya terdapat 1 pintu. Yang sebelah kanan, Ada 2 pintu dengan kamar memanjang, Dan Ada 1 kamar kecil. Masing-masing pintu kamar ditutupi dengan gorden.

Kemudian Ada pintu Yang membatasi dengan Ruang makan. Di sebelah Ruang makan, Ada semacam kamar kecil dengan dipan Tanpa kasur. Dulunya, Saat kakek Dan nenek Rawi Masih muda, kamar itu digunakan untuk menaruh hasil panen buah, ataupun stock Bahan makanan. Sekarang, kamar itu dibiarkan kosong, untuk menaruh beberapa barang tidak terpakai. Kamar ini pun pintunya ditutupi dengan gorden. Setelah Ruang makan, Ada pintu lagi Yang membatasi dengan dapur Dan kamar Mandi.

Suatu Siang, Saat adzan dzuhur berkumandang, Rawi dengan sigap langsung menuju kamar Mandi untuk mengambil air wudhu. Setelah itu ia langsung menuju Ruang Tengah, kemudian masuk ke kamar tantenya Yang Ada Di sebelah kanan Ruang TV untuk sholat Di sana. Selesai Sholat, Rawi keluar Dari kamar, Dan berdiri Di pintu antara Ruang Tengah dengan Ruang makan.

Sekelebat, Rawi melihat kibasan Mukena masuk ke kamar kecil Di sebelah Ruang makan. Hanya ujung Kain Mukena Yang Rawi lihat.

Rawi tidak punya pikiran apa-apa. Hanya sedikit heran, 'siapa Yang Sholat Di kamar itu? Tumben banget. Apa tante In yaa?' pikirnya.

Dia lama berdiri Di situ, sengaja menunggu untuk melihat Siapa orang Yang tadi masuk. Lama dia menunggu, namun orang itu tak kunjung keluar. Sampai pada akhirnya.., dia penasaran.

Dia berjalan menuju kamar itu. Pelan-pelan dia membuka gorden kamar itu. Dan ternyata...
Pintu kamar itu tertutup. Rapat.
'aneh' pikirnya, 'padahal tadi tidak Ada suara pintu tertutup.'

Kemudian, dia membuka pintu kamar tersebut. Dan..., Nyatanya.. Di kamar tersebut, TIDAK ADA SIAPA-SIAPA.

Rawi terkejut. Dia memastikan pada dirinya sendiri, bahwa dia tidak Salah lihat. Dia benar-benar melihat Ada sekelebat Mukena masuk ke kamar ini.

'apa mungkin gue Salah Liat Kali ya? APA itu gorden Yang gue Liat yaa?'

Rawi berusaha memastikan logika pada kejadian ini. Tapi sekali lagi, itu TIDAK MUNGKIN. Karena warna Mukena Yang Rawi lihat adalah putih, sedangkan warna gorden pintu adalah cokelat. Rawi berusaha mencari warna putih Di sekitar pintu. Namun tidak Ada.

Jadi, Siapa wanita pemakai Mukena Yang dilihat Rawi masuk ke Dalam kamar kecil?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar