Senin, 12 Agustus 2019

Real Story - Bayangan

Setelah menikah kurang lebih 2 tahun, akhirnya Rawi melahirkan seorang putri. Alra namanya. Kini ia berusia 8 bulan. Tidak hanya Rawi, tapi Ladi Dan Ibunya juga senang sekali mendapatkan 1 anggota Baru Dalam keluarganya.

Ladi senang sekali bercanda dengan keponakannya. Apalagi sepulang Kerja, sekedar untuk melepas lelah.

Malam itu seperti biasa, Ladi mengajak Alra bercanda. Alra Yang sedang digendong oleh Rawi, tertawa terbahak-bahak.

Saat Ladi hendak melakukan 'cilukba', Ladi menutup wajahnya dengan Kain gendongan. Saat wajahnya tertutup. Dia melihat bayangan kakaknya Rawi, berdiri Di sebelah kiri, kemudian berjalan ke sebelah kanan. Penglihatannya mengikuti gerakan bayangan Rawi, Yang kini berdiri Di sebelah kanan Ladi.

Namun Saat Kain dibuka, ternyata, Di sebelah kanan Ladi kosong. Tidak Ada orang. Rawi sendiri ternyata berdiri Di belakang Ladi.

Ladi terbengong-bengong sendiri.

"Kenapa lo?" Tanya Rawi.

"Lo tadi berdiri Di sini Kan?" Ujar Ladi sambil menunjuk Sisi kanannya.

"Gak, daritadi gw ngekor lo Aja Dari belakang. Kenapa emang?"

"Yang bener lo? Berani sumpah, gue tadi Liat lo jalan Dari Kiri ke kanan, terus berdiri disitu. Makanya gw buka kainnya disitu."

"Oke, mending udahan deh.. ke kamar Aja Yok.." ajak Rawi Yang mulai merinding.

Bayangan Yang mirip Rawi, mungkin 'dia' ingin ikut bermain dengan mereka..

Kamis, 08 Agustus 2019

Real Story - 17 Agustus 1999 (versi Ladi)

Malam 17 Agustus, semua menikmati kemeriahan Yang dihadirkan warga. Termasuk Ladi, Rawi, Dan teman-temannya.

Saat duduk Dan sedang menikmati film Di TV, Ladi melihat sesuatu. Ada seorang kakek Yang sedang duduk Di atas pohon.

Kakek dengan pakaian jawa, lengkap dengan blangkon. Dia tersenyum ke arah Ladi. Ladi hanya melihat ke arahnya.

'De, Liat apa sih?" Tanya Rawi Yang mengetahui Ladi tidak fokus melihat TV.

Ladi tidak menjawab. Ia hanya melihat kakek-kakek itu terus tersenyum ke arahnya.

 "udah Liat TV Aja Tu, bagus filmnya".
Ladi menuruti Rawi. Namun, kakek-kakek tersebut tetap tidak beranjak Dari pohon itu. Ladi berpikir, 'ngapain kakek-kakek manjat-manjat pohon? Malem-malem lagi..'

Ladi kembali melihat kakek itu. Ia Masih tersenyum ke arah Ladi. Ladi masih terdiam Tanpa ekspresi.

"De, udah jangan diliatin, Liat TV Aja yaa.." kata Rawi.

Ladi lalu kembali melihat TV lagi. Tapi kakek itu sekali lagi, lebih menarik perhatian Ladi. Pada akhirnya, Ladi juga mencoba tersenyum pada kakek itu.

Lalu tiba-tiba, Rawi mengajak Ladi pindah tempat duduk. Dan kakek itu menghilang entah kemana.

Real Story - Cerita Ladi

Ladi Dan Rawi mempunyai selisih usia 7 tahun. Saat Rawi memutuskan untuk menikah, kemudian sekitar 3 Bulan Rawi Dan Hamin pindah ke Jakarta. Tinggallah Ladi Dan ibunya hanya berdua Saja.

Biasanya Rawi Dan Hamin Akan datang berkunjung sebulan sekali. Seperti Hari ini, Rawi Dan Hamin sedang berkunjung untuk sekedar menengok Ibu Dan Ladi.

Malam Hari mereka pulang. Mereka sedang bersiap-siap Di teras, memakai helm Dan segala macam. Ibunya menemani mereka. Namun Ladi, Masih terduduk Di Ruang tengah sedang menonton TV.

Tiba-tiba Dari sudut mata Ladi, ia melihat seperti Ada seekor kucing Yang lewat.

'Kucing ya? Kok gede banget?' pikirnya. Saat sedikit melirik ke Arah kucing Yang sedang berjalan itu sekilas...

'Astaghfirullah, itu sih bukan kucing!'
Ladi melihat sosok wanita, dengan rambut panjang melebihi bahu, berjalan merangkak, melintas ke Arah kamar.

Ladi diam tak bergeming, berpura-pura tidak melihat apa-apa. Setelah wanita itu lewat, ia keluar berjalan menuju teras. Namun, ia tak bercerita apa-apa pada Ibu, Rawi, Dan Hamin.

Real Story - Setengah Tidur

Tahun 2010, Rawi menikah. Rawi dan suaminya, Hamin, memutuskan untuk tetap tinggal Di Rumah Ibu Rawi untuk sementara waktu.

Pagi Hari Saat hendak berangkat bekerja, ternyata motor Hamin mogok. Sementara Hamin membongkar motornya, Rawi tidur-tiduran Di kamarnya.

Posisinya terlentang. Dia Masih Belum tidur, hanya sekedar memejamkan matanya. Dia Masih bisa mendengar suara TV Dari Ruang Tengah, Dan suara Hamin Yang tengah membongkar motor.

Lalu dia melihat, Dari Arah kamar Mandi, Ada anak kecil Yang berlari ke pintu kamarnya. Anak itu seperti berusia 2-3 tahunan. Dia berdiri Di pintu, melihat ke arah Rawi Yang sedang tiduran. Lalu kembali berlari ke kamar Mandi, lalu berlari lagi ke pintu kamarnya. Begitu hingga 3x.

Lalu Rawi melihat, Ada perempuan. Berambut panjang melebihi bahu. Tetapi berjalan merangkak. Dia merangkak Di kasur Rawi, memutari kepalanya. Merangkak Dari Sisi Kiri, ke Sisi kanan.

Tiba-tiba Rawi terbangun.
'Hah, tadi gue tidur? Tapi perasaan ga deh.. kayak Masih denger suara TV Sama suara motor..'

Tapi Rawi tak menghiraukan semua mimpinya. Atau mungkin itu bukan mimpi??

Real Story - Lampu

Tahun 2008, Rawi telah lulus sekolah, Dan bekerja Di satu pabrik di daerah Cibitung. Di masa-masa ini, Rawi sangat senang sekali bercermin. Cermin besar sepanjang 1,5 meter, dipaku disamping kamar Mandi. Jadi setelah Mandi, bisa langsung bercermin.

Saat itu menjelang Malam, Ibu Rawi berpamitan untuk pergi ke kampung halaman tetangga Di daerah Majalengka, untuk menghadiri satu acara. Tinggallah Rawi dengan Ladi. Ladi sendiri telah berusia 12 tahun.

Selesai Mandi, seperti biasa, Rawi berdiri Di depan cermin. Berpura-pura membentuk rambutnya dengan bermacam-macam bentuk.

"Ka, gue ke Rumah Ika yaa.. Dia takut katanya sendirian Di Rumah."

"Oh ya udh, tidur sini Aja Kalo takut, bareng-bareng disini."

"Ok"

Ika adalah anak tetangga Ibu Rawi. Ibunya Ika, juga ikut pergi ke Majalengka bersama adiknya. Tinggallah ia sendiri Di Rumah.

Saat sedang asik bercermin, Karena melihat langit mulai gelap, ia menyalakan semua lampu. Termasuk lampu kamar Mandi Yang memang selalu menyala bila Malam.

Lalu ia kembali melanjutkan bercermin. Dan Tanpa disadarinya, Saat ia menangkap kamar Mandi Dari sudut matanya...

'Lah, kok gelap? Perasaan tadi udah gue nyalain.. ah, lupa Kali gue'.

Rawi kembali menyalakan lampu kamar Mandi. Lalu ia bercermin lagi. Dan sekali lagi, ia melihat, lampu kamar Mandi kembali mati.

'wah, sial*n! Dikerjain gue. Udah deh, jangan iseng', ujarnya Dalam hati.

Ia bisa berkata begitu, namun jantungnya tidak bisa Bohong. Ia sangat ketakutan. Niatnya untuk kembali bercermin pun ia urungkan.

Rawi berjalan ke Ruang Tengah, mengambil handphone nya, Dan menelpon Ladi.

"Cepet pulang sini de, temenin gue."

"Kenapa lo Ka?"

"Udah cepet pulang deh!"

"Ya udah Kalo gitu.."

Rawi duduk menunggu Ladi Di Ruang Tengah. Tak lama kemudian Ladi Dan Ika datang. Rawi menceritakan apa Yang dia alami. Pada akhirnya, mereka bertiga tidur bersama Di Ruang Tengah.

Real Story - Mimpi 3 (Peringatan)

Malam Kali ini, Mata Rawi seperti tak mengantuk Sama sekali. Padahal, esok Hari dia harus berangkat lebih pagi ke sekolah. Iseng, dia membalik posisi tidurnya. Yang biasanya posisi kepala menjadi posisi Kaki, Dan posisi Kaki, sekarang menjadi posisi kepala.

'Nyaman juga sekali-kali kayak gini. Ngubah suasana.'
Dan benar Saja, tak butuh waktu lama, Rawi lalu terlelap.

Lalu dia bermimpi, Di sebuah Rumah entah itu dimana, dia dipanggil oleh seorang kakek-kakek. Dia mendekati kakek-kakek tersebut. Kakek itu seperti menasehati Rawi. Namun, Rawi Sama sekali tidak mengerti Bahasa Yang digunakan kakek itu.

Kakek itu, menasehati Rawi, sambil memegang kepala Rawi, Dan menekan-nekan kepalanya. Dan entah kenapa, Rawi kemudian terbangun.

'mimpi aneh..'
Mimpi biasa, tapi Rawi merasa aneh.

Ia mencoba kembali tidur. Dan lalu, ia kembali bermimpi, ia dibonceng oleh seseorang Yang tak ia kenal. Dan jalanan Yang dilintasi, benar-benar jalanan rusak parah. Sehingga membuat tubuh Rawi berguncang-guncang hebat. Itu terjadi sekitar 1 menit lamanya. Lalu ia terbangun.

'kenapa sih? Kok perasaan mimpinya aneh..'

Tapi, Rawi kembali tak menghiraukan. Ia sekali lagi kembali mencoba tidur. Dan ia kembali bermimpi.

Ia bermimpi sedang tidur dengan posisi Sama seperti terakhir ia tidur. Lalu, Ada sepotong tangan, dengan jari Yang panjang, kuku Yang tajam, keluar menembus kasur, tepat Di bawah badannya.

Tangan itu mendorong-dorong badan Rawi, hingga badan Rawi terdorong kuat. Setelah 2x dorongan, Rawi bangun dengan terkejut, sambil melihat kasurnya.

Kosong. Tapi perasaannya sangat tidak enak.

'Ya ampun, apa gara-gara ngubah posisi tidur ya?'

Akhirnya Rawi mengubah posisi tidur ke posisis Yang benar. Dan ia, tak lagi bermimpi.


Real Story - Mimpi 2 (Lucid Dream)

Malam itu Rawi tidur seperti biasa. Tidak Ada Yang istimewa, tidak Ada ritual Di luar kebiasaannya sehari-hari. Malam Yang biasa, tidur Yang biasa. Di kamarnya yang Ada Di depan. Posisi tidurnya Kala itu adalah miring ke kanan, menghadap ke Arah pintu.

Ketika Tengah terlelap, Rawi mulai bermimpi. Tepat Di pintu kamarnya, dia melihat sosok pocong berdiri Di sana. Rawi terkejut. Ia terbangun. Dilihatnya pintu kamarnya.

Kosong. Tak Ada siapa-siapa Di sana. Dia bernafas lega. Kemudian dia mengubah posisi tidurnya menjadi terlentang. Dan kembali tidur.

Dia kembali bermimpi. Pocong Yang tadinya Ada Di pintu, sekarang semakin mendekat. Ia kini berada Di tengah Ruang kamarnya. Rawi kembali terbangun. Dengan jantung berdegub kencang.

'lagi-lagi mimpi..'
Ia menghela nafas panjang.

Rawi sekali lagi, mengubah posisi tidurnya, menjadi miring ke Kiri, membelakangi pintu. Dan untuk yang ketiga kalinya, dia bermimpi, melihat sosok pocong itu, kini Sudah berdiri Di samping tempat tidurnya.

Spontan ia terbangun. Dan Yang terjadi adalah.. ia tetap berada pada posisi tidur Yang sama, Saat pertama Kali dia tidur. Yaitu, miring ke Arah kanan, menghadap pintu.