Saat itu Rawi sedang sendiri Di kamar Ibunya. Membaca novel kesukaannya. Adiknya Ladi, sedang bersekolah. Sedangkan ibunya, mungkin sibuk Di dapur.
Rawi dan keluarganya tinggal di Rumah type 36, dengan 2 kamar tidur. Kamar tidur depan, dan kamar tidur belakang. Keduanya dipisahkan oleh kamar Mandi. Kamar tidur belakang, bersebelahan dengan dapur. Ruang Tengah Dan Ruang tamu, terhubung langsung Tanpa sekat.
Tanpa Ada perasaan apa-apa, Rawi melihat dengan sudut matanya, Ada seseorang Yang melintas Dari luar ke Arah dapur. Kebetulan pintu kamar memang dibiarkan terbuka.
'Ibu ya?' katanya Dalam hati. Tanpa dihiraukan, ia kembali membaca novel Di tangannya. Orang itu kembali melintas. Kali ini Dari Arah dapur menuju keluar.
Jantung Rawi mulai berdegub lebih cepat. Ia mulai menangkap satu keanehan. Ibu Rawi berperawakan tidak terlalu tinggi, tetapi orang Yang telah 2 Kali melintas tadi, punya perawakan Yang tinggi. Lagipula..., Yang melintas tadi, sepertinya laki-laki. Seperti memakai baju Dan celana hitam. Rawi tidak bisa memastikan.
'Ibu, ngapain sih?' pikirnya. Ia menepis semua pikiran aneh. Ia Masih berpikir logis. Itu pasti ibunya Yang habis mengambil sesuatu Dari dapur.
Rawi kembali melanjutkan kegiatannya. Tapi, sekali lagi, sosok itu kembali melintas, untuk Yang ketiga kalinya. Melintas Dari luar, ke Arah dapur. Seperti memberi kesan, bahwa, "AKU BUKAN IBUMU".
Jantung Rawi semakin tak terkontrol. Rawi bisa memastikan, itu BUKAN Ibu. Sosok itu laki-laki tinggi dengan pakaian Serba hitam. Rawi meletakkan novel Di tangannya ke atas kasur. Perlahan is berjalan keluar kamar.
Lalu ia menengok ke Arah dapur. Dan ternyata.... Ibu Rawi tidak Ada Di dapur. Lalu Rawi keluar. Dan benar Saja, ibunya sedang Ada Di luar, mengobrol dengan tetangganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar