Kamis, 08 Agustus 2019

Real Story - Angin

Masih Di kamar Yang sama, kamar belakang milik ibunya. Saat ini Rawi sedang mencoba untuk menulis sebuah cerita. Ibunya sedang menyapu Di Ruang Tengah. Bedanya, Kali ini pintu kamar sengaja dia tutup.

Di saat sedang seriusnya memilah kata untuk ceritanya, tiba-tiba.. sesuatu meniup telinga kirinya. Kaget, dia langsung menutup telinganya, lalu menengok ke Arah Kiri. Kosong, tidak Ada siapa-siapa. 

Hanya kipas angin duduk yang letaknya sekitar 2 meter Dari tempatnya duduk. Rawi mencari-cari alasan Yang masuk akal. Namun ia tidak menemukannya.

'Kipas angin? Ga mungkin, anginnya ga sekenceng itu. Ini niupnya bener-bener kayak Ada orang Yang niup Di samping kuping gue' ,katanya Dalam hati.

'Oke, fixed, ini bukan sesuatu Yang wajar. Keep calm, jangan takut'.

Namun, meski hatinya menginstruksikan untuk tidak takut, tetap Saja jantungnya makin kuat berdegub. Rawi merasakan hawa Di kamarnya semakin tidak enak.

Pada akhirnya, dia mengambil langkah seribu. Dia melihat ibunya telah berpindah menyapu Di teras. Melihat putri sulungnya seperti ketakutan, ibunya pun bertanya.

"Kenapa sih kamu Ka?"

"Ada yang niup kuping Rawi bu."

"Ah, masa sih! Kipas Kali ka."

"Ga mungkin bu! Itu rasanya bener-bener kayak Ada orang Yang niup kuping Dari deket. Kipas ga mungkin bisa niup sekuat itu."

"Ya udah, Coba Kita cek."

Rawi dan ibunya kembali masuk ke Dalam kamar belakang. Namun mereka tidak menemukan siapapun, apapun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar