Tahun 2008, Rawi telah lulus sekolah, Dan bekerja Di satu pabrik di daerah Cibitung. Di masa-masa ini, Rawi sangat senang sekali bercermin. Cermin besar sepanjang 1,5 meter, dipaku disamping kamar Mandi. Jadi setelah Mandi, bisa langsung bercermin.
Saat itu menjelang Malam, Ibu Rawi berpamitan untuk pergi ke kampung halaman tetangga Di daerah Majalengka, untuk menghadiri satu acara. Tinggallah Rawi dengan Ladi. Ladi sendiri telah berusia 12 tahun.
Selesai Mandi, seperti biasa, Rawi berdiri Di depan cermin. Berpura-pura membentuk rambutnya dengan bermacam-macam bentuk.
"Ka, gue ke Rumah Ika yaa.. Dia takut katanya sendirian Di Rumah."
"Oh ya udh, tidur sini Aja Kalo takut, bareng-bareng disini."
"Ok"
Ika adalah anak tetangga Ibu Rawi. Ibunya Ika, juga ikut pergi ke Majalengka bersama adiknya. Tinggallah ia sendiri Di Rumah.
Saat sedang asik bercermin, Karena melihat langit mulai gelap, ia menyalakan semua lampu. Termasuk lampu kamar Mandi Yang memang selalu menyala bila Malam.
Lalu ia kembali melanjutkan bercermin. Dan Tanpa disadarinya, Saat ia menangkap kamar Mandi Dari sudut matanya...
'Lah, kok gelap? Perasaan tadi udah gue nyalain.. ah, lupa Kali gue'.
Rawi kembali menyalakan lampu kamar Mandi. Lalu ia bercermin lagi. Dan sekali lagi, ia melihat, lampu kamar Mandi kembali mati.
'wah, sial*n! Dikerjain gue. Udah deh, jangan iseng', ujarnya Dalam hati.
Ia bisa berkata begitu, namun jantungnya tidak bisa Bohong. Ia sangat ketakutan. Niatnya untuk kembali bercermin pun ia urungkan.
Rawi berjalan ke Ruang Tengah, mengambil handphone nya, Dan menelpon Ladi.
"Cepet pulang sini de, temenin gue."
"Kenapa lo Ka?"
"Udah cepet pulang deh!"
"Ya udah Kalo gitu.."
Rawi duduk menunggu Ladi Di Ruang Tengah. Tak lama kemudian Ladi Dan Ika datang. Rawi menceritakan apa Yang dia alami. Pada akhirnya, mereka bertiga tidur bersama Di Ruang Tengah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar