Kamis, 08 Agustus 2019

Real Story - Mimpi 3 (Peringatan)

Malam Kali ini, Mata Rawi seperti tak mengantuk Sama sekali. Padahal, esok Hari dia harus berangkat lebih pagi ke sekolah. Iseng, dia membalik posisi tidurnya. Yang biasanya posisi kepala menjadi posisi Kaki, Dan posisi Kaki, sekarang menjadi posisi kepala.

'Nyaman juga sekali-kali kayak gini. Ngubah suasana.'
Dan benar Saja, tak butuh waktu lama, Rawi lalu terlelap.

Lalu dia bermimpi, Di sebuah Rumah entah itu dimana, dia dipanggil oleh seorang kakek-kakek. Dia mendekati kakek-kakek tersebut. Kakek itu seperti menasehati Rawi. Namun, Rawi Sama sekali tidak mengerti Bahasa Yang digunakan kakek itu.

Kakek itu, menasehati Rawi, sambil memegang kepala Rawi, Dan menekan-nekan kepalanya. Dan entah kenapa, Rawi kemudian terbangun.

'mimpi aneh..'
Mimpi biasa, tapi Rawi merasa aneh.

Ia mencoba kembali tidur. Dan lalu, ia kembali bermimpi, ia dibonceng oleh seseorang Yang tak ia kenal. Dan jalanan Yang dilintasi, benar-benar jalanan rusak parah. Sehingga membuat tubuh Rawi berguncang-guncang hebat. Itu terjadi sekitar 1 menit lamanya. Lalu ia terbangun.

'kenapa sih? Kok perasaan mimpinya aneh..'

Tapi, Rawi kembali tak menghiraukan. Ia sekali lagi kembali mencoba tidur. Dan ia kembali bermimpi.

Ia bermimpi sedang tidur dengan posisi Sama seperti terakhir ia tidur. Lalu, Ada sepotong tangan, dengan jari Yang panjang, kuku Yang tajam, keluar menembus kasur, tepat Di bawah badannya.

Tangan itu mendorong-dorong badan Rawi, hingga badan Rawi terdorong kuat. Setelah 2x dorongan, Rawi bangun dengan terkejut, sambil melihat kasurnya.

Kosong. Tapi perasaannya sangat tidak enak.

'Ya ampun, apa gara-gara ngubah posisi tidur ya?'

Akhirnya Rawi mengubah posisi tidur ke posisis Yang benar. Dan ia, tak lagi bermimpi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar