Menginjak usia 17 tahun, Rawi dan keluarganya terpaksa pindah Rumah Kontrakan. Mereka pindah beberapa Blok Dari rumah lama.
Di Rumah Yang Baru ini, Rawi terbilang jarang bersinggungan dengan hal-hal ghaib. Justru ibunyalah Yang lebih sering mengalaminya. Seperti misalnya, saat sedang membuat pesanan kue Di tengah Malam, Dari sudut mata ibunya seperti melihat Ada kucing berwarna putih Yang sedang duduk menemaninya Di depan pintu dapur.
Ibunya tidak merasa takut. Bahkan, dia malah berkata, "kalau mau nemenin boleh, tapi jangan ganggu yaa.."
Tapi Di suatu Malam, ketika Rawi sedang tertidur lelap, ia bermimpi mimpi Yang tidak masuk akal, namun menjadi misteri baginya.
Ia bermimpi, Di Dalam Rumah, ia sedang berlari Karena dikejar kuntilanak. Namun begitu dia berlari, Di depannya Sudah muncul kuntilanak Yang lain. Dia berbalik arah, kembali berlari, namun kuntilanak Yang pertama kembali menghalangi jalannya. Lalu, dia seperti merasa berguncang-guncang.
Si kuntilanak berkata, "Tunggu, tunggu. Itu Siapa sih, Yang nendang-nendang kasur?"
Rawi melihat ke arah Yang ditunjuk. Terlihat sosok pocong, sedang loncat-loncat menabrak-nabrak kasur. Pocong itu terlihat berbeda. Matanya tertutup Kain. Di lehernya dikalungkan kayu, dengan ukiran tulisan Yang Rawi tidak mengerti.
Rawi berteriak. Tiba-tiba kuntilanak menghilang, berganti dengan ibunya. Ibunya menyuruh Rawi untuk lari. Mereka berdua berlari tak menentu. Sampai ibunya berkata, "Cari papan nisannya, supaya dia bisa tenang!"
Rawi menuruti. Dia mencari papan nisan Dari sosok pocong itu. Dan dia menemukannya. Di laci lemari bajunya. Papan nisan Tanpa nama. Hanya Ada tanggal kematian Dari si pemilik nisan. Dan benar Saja, pocong tersebut langsung menghilang.
Rawi terbangun. Ia Masih mengingat jelas mimpi tersebut. Terutama.., tanggal kematian si pocong. 24 Maret 2006. Dia menjadi sangat kepikiran. Pasalnya, Hari ini masih tanggal 10 Maret 2006. Tepat 2 minggu lagi, adalah tanggal 24 Maret 2006.
'Apa Akan Ada Yang meninggal Di tanggal itu?' Rawi tak berani berpikir lebih panjang. Dia hanya bisa berdoa, agar keluarganya selalu dilindungi oleh Allah SWT.
Lepas beberapa Hari Dari kejadian tersebut, Rawi Sama sekali lupa dengan mimpinya.
Hingga...
24 Maret 2006..
Tetangga dekat Ibu Rawi, Yang memang selalu menolong keluarga Rawi saat Ada masalah, mengalami kecelakaan.
Kecelakaan menimpa suami Dari tetangga Ibu Rawi tersebut, Saat pulang Dinas. Beliau adalah seorang polisi mata-mata. Kejadiannya terjadi pada Malam Hari selepas isya. Dan pada pukul 21.00 WIB, beliau dinyatakan meninggal dunia.
Innalillahi wa Inna ilaihi roji'un..
Kesedihan hebat menimpa keluarga tersebut. Apalagi setelah mendengar cerita Dari istrinya, bahwa Hari itu adalah Hari Ulang tahun istrinya. Pagi Hari Saat hendak berangkat Dinas, sang suami berkata pada istrinya, "Ma, selamat Ulang tahun yaa.. kado Dari papa nanti nyusul yaa, jam 9 Malam nanti.."
Pukul 9 Malam, tepat Di waktu itu, suaminya menghembuskan nafas terakhir. Itulah kado Yang dimaksud oleh almarhum suaminya.
Rawi Sama sekali tidak ingat tentang mimpinya, hingga sekitar 3 Hari Dari kejadian naas Yang menimpa tetangganya tersebut, Rawi Baru menyadarinya.
'Ya Allah, ternyata dia Yang meninggal Di tanggal itu..' pikirnya.
Biar bagaimanapun hebatnya manusia, jodoh, rejeki, mati, tetap hanya Allah Yang tahu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar